Oleh : Nilam Ramadhani*
Ada begitu banyak kata yang dapat disusun dalam menjabarkan arti persahabatan sejati. Sebut saja Budi, menurutnya persahabatan sejati itu adalah sebuah ikatan keluarga –lahir batin- yang tidak tercatat di Kartu Keluarga (KK). Beda lagi dengan si Veni, baginya persahabatan sejati ibarat harta yang tak ternilai harganya dan akan abadi sepanjang masa. “Aku takkan bisa hidup tanpa sahabat. Karena diantara kami sudah terjalin ikatan persahabatan sejati”, begitu kata Melly ketika ditanya tentang arti persahabatan sejati.
“Persahabatan? Selama ini aku belum pernah menjumpai sosok teman yang pantas disebut sahabat sejati! Semuanya bohong dan pura-pura! Sahabat sejatiku selama ini hanyalah Ibuku, Ayahku, Kakakku, dan Buku Harianku”, begitu Shanty mengungkapkannya. “Sudah 50 tahun lebih kami hidup bersama. Cinta kasih sayang yang kami tumbuhkan sejak dulu berawal dari sebuah persahabatan sejati”, kata sepasang suami-istri yang kini sudah menjadi kakek-nenek. Dan masih ratusan lagi kalimat yang tersedia dalam memaknai sebuah persahabatan sejati itu seperti apa.
Tak bisa dipungkiri memang, setangguh dan sekuat apapun diri kita, pasti akan membutuhkan sosok sahabat yang bisa diajak untuk berbagi cerita, suka, duka, berkeluh-kesah, mengurangi kesedihan, dan tertawa bersama. Sahabat itu bisa siapa saja. Bisa ibu,teman kuliah, kenalan saat di dalam bus, guru idola, atau bahkan teman dunia maya. Yang penting, kita mempercayainya dan yakin dia takkan mengkhianati kita kelak. Itu aturan utamanya!
Bisa dikata, kita harus bisa memilah dan memilih dalam mencari teman atau sahabat. Yups, sahabat harus bisa mengajak diri kita kepada kebaikan, bukan sebaliknya malah dapat menjerumuskan. Itulah makna memilih sahabat yang sebenarnya. Karena ia cantik,tampan,bapaknya kaya, gaul, dan trendy lantas kita ingin berteman dengannya. Bukan itu kriteria utama dalam memilih sahabat. Sebab belum tentu seseorang dengan kriteria seperti itu dapat mengarahkan kita kepada kebaikan. Hendaknya pilihlah sosok pribadi yang dapat memberi kebaikan, konsisten dan komitmen terhadap kebaikannya itu.
Namun bagian yang paling sulit adalah bagaimana menjaga hubungan persahabatan agar langgeng ditengah beragamnya permasalahan yang barangkali terjadi. Pada bagian ini tingkat kedewasaan kita bakal diuji. Dibutuhkan sebuah adaptasi, saling pengertian dan memahami, memaafkan serta memberi jalan keluar. Karena setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya, tanpa harus menyakiti satu sama lain. Begitulah prinsip persahabatan yang mesti dipegang teguh. Ketidaksepahaman adalah sebuah kewajaran dalam persahabatan, tetapi mencari kesepahamanlah yang mesti di nomorsatu-kan. Perbedaan akan menjadi baik jika perbedaan itu saling menguatkan dan dapat memberi sinergi.
Di sisi yang lain, sahabat itu penting, namun dalam menentukan arah hidup prinsip kitalah yang lebih penting. Kalau mau realistis, sahabat tidak bisa seterusnya akan berada disebelah kita disaat-saat kita mendadak membutuhkannya. Tatkala kita bimbang, butuh dukungan, butuh perhatian, tempat mencurahkan, sahabat tidak akan selamanya hadir untuk kita. Oleh karenanya, disaat seperti itulah prinsip kita yang akan berperan. Prinsip tidak akan pernah berubah, tidak akan mati dan tidak akan mengeluh. Tentu saja prinsip yang akan kita pegang teguh haruslah benar, berdasarkan kaidah religius yang kita yakini. Misalnya : kejujuran, mengasihi, tanggung jawab, bekerja keras adalah prinsip.
Yang lebih baik lagi adalah, menggabungkan antara persahabatan sejati dengan kaidah prinsip yang benar. Beginilah persahabatan sejati seharusnya. Karena persahabatan saja tidak cukup baik tanpa diberikannya sebuah kebutuhan mendalam dari hati manusia. Dialah prinsip yang melanggengkan persahabatan. Membangun persahabatan diatas landasan prinsip akan membuahkan cerita-cerita indah yang mengagumkan.
Kenyataan hidup dalam menjalin persahabatan tidaklah selalu menyenangkan. Akan tetapi, dengan prinsip yang kita pegang teguh, semua perjalanan pahit-manis persahabatan akan menjadi kisah yang inspiratif. Tidak akan pernah ada kisah persahabatan sejati yang berjalan mulus tanpa aral rintangan yang menimpa. Namun dengan prinsip, “cobaan” dalam menjaga hubungan persahabatan bakal tertolong dan terlewati. Maka sudah seharusnyalah bagi seseorang yang benar-benar menghargai arti dari sebuah persahabatan, melandasinya dengan prinsip.
Yuk mari jadikan Friendship+Prinsip sebagai Trendship!
* Nilam Ramadhani : warga Pamekasan,penikmat Karimata FM
KARIMATA MINGGU
05.00 - 10.00 WIB :
Resonansi PAGI
10.00 - 15.00 WIB :
Resonansi Siang
15.00 - 16.00 WIB :
Resonansi Sore
20.00 - 21.00 WIB :
Legenda Musik Indonesia
19.00 - 01.00 WIB :
Resonansi Malam
Selamat Menikmati