Di Malam hari, Jalan Niaga di pusat kota Pamekasan berubah menjadi pusat jajanan dengan munculnya puluhan tenda yang menjajakan berbagai jenis makanan. Di Sumenep, pusat jajanan serupa dapat ditemukan di Jalan Trunojoyo – juga di malam hari. Salah satu hidangan populer di kedua tempat itu adalah yang disebut sate laler (sate lalat). Tentu saja bukan sate yang dibuat dari lalat. Tetapi, saking kecilnya potongan daging pada tusukan, kelihatan seperti lalat.
Pedagang sate laler biasanya menyediakan dua jenis daging, yaitu ayam dan kambing. Anehnya, harganya sama saja, yaitu Rp 4.500 untuk setiap 25 tusuk. Dari harganya Anda dapat membayangkan betapa sedikit daging yang "terlibat". Setiap 25 tusuk diikat dengan seutas daun pisang.
Karena dagingnya hanya sedikit, membakarnya pun ala kadarnya saja. Kalau terlalu lama dibakar, semuanya akan langsung hangus menjadi arang. Tetapi, rasanya dahsyat. Itu berkat bumbu kacang dan kecap yang memang diramu secara serius. Keunggulan orang Madura dalam menyajikan sate memang teruji dalam sate laler ini. ( dari berbagai sumber)
KARIMATA SENIN
05.00 - 10.00 WIB : Karimata Pagi
08.10 - WIB : Jaring Radio
(Live Suara Surabaya)
10.00 - 12.00 WIB : Karimata Siang
12.00 - 16.00 WIB : KAFE DangDut
16.00 - 18.00 WIB : TITIK BALIK
17.10 WIB : Jaring Radio
(Live Suara Surabaya)
18.00 - 22.00 WIB : Karimata Malam
20.45 - 21.00 WIB : Jaring Radio
(Live Suara Surabaya)
21.05 - 22.00 WIB: Karimata Malam
22.00 - 22.10 WIB: Buletin Malam Karimata
22.10 - 01.00 WIB: Senandung Rindu (Sendu)
![]()