Komunitas

06-02-2012

        # Oleh : A'ang Kisno Darmawan #

Dua kata ini mungkin sering kita dengar dalam keseharian kita, terlebih bagi yang memang bekerja di kantor atau pernah menempuh pendidikan formal di Perguruan Tinggi.

Saya mengangkat topik ini, karena menurut pandangan Saya, topik ini sangat penting untuk meningkatkan produktifitas kita dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang memang harus kita selesaikan. Bagi yang sudah mengetahui, Saya kira tetaplah penting untuk membaca dan mengulang kembali untuk menata kembali langkah yang akan kita ambil ke depan.

Efisiensi dan Efektifitas adalah dua kata yang sangat mendasar dalam topik pengembangan produktifitas Sumber Daya Manusia.

Efisiensi adalah mengerjakan sesuatu secara efisien. Sesuai dengan cara yang benar. Timed based, artinya penggunaan waktu yang optimal di banding hasil yang diperoleh.

Efisiensi adalah inti dari manajemen, manajemen itu ada atau di buat memang untuk mencapai efisiensi. Mencapai hasil secara efisien. DO THE THING RIGHTLY, gitu bahasa kerennya.

Efektivitas adalah mengerjakan sesuatu yang benar. Sesuatu yang seharusnya dikerjakan, tidak memandang fungsi waktu atau cara yang digunakan. DO THE RIGHT THING. Mengerjakan sesuatu hal dengan cepat tidak menjadikan kita mengerjakan sesuatu yang benar.

Efektifitas adalah inti dari kepemimpinan.  Kepemimpinan itu ada untuk mencapai efektifitas.

Menurut pandangan Saya, kedua hal ini haruslah digabungkan untuk mencapai hasil yang optimal dalam suatu institusi atau lembaga . Memang untuk seorang pemimpin memang harus lebih fokus pada efektifitas. Mengerjakan sesuatu dengan efektip. Menuju ke arah yang benar. Dan untuk seorang manajer harus lebih fokus pada efisiensi. Mengerjakan sesuatu dengan efisien. Meski kadang-kadang kita ya, seorang pemimpin dan sekaligus seorang manajer juga.

Dalam dunia entrepreneurship, seseorang yang baru memulai usaha sendiri memang semua harus dikerjakan sendiri, yang sebagai seorang pemimpin ya sebagai seorang manajer. Ya mengerjakan fungsi produksi, sekaligus marketing, keuangan, dan SDM juga.


06-02-2012

Oleh A'ang Kisno Darmawan

Dua kata ini mungkin sering kita dengar dalam keseharian kita, terlebih bagi yang memang bekerja di kantor atau pernah menempuh pendidikan formal di Perguruan Tinggi.

Saya mengangkat topik ini, karena menurut pandangan Saya, topik ini sangat penting untuk meningkatkan produktifitas kita dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang memang harus kita selesaikan. Bagi yang sudah mengetahui, Saya kira tetaplah penting untuk membaca dan mengulang kembali untuk menata kembali langkah yang akan kita ambil ke depan.

Efisiensi dan Efektifitas adalah dua kata yang sangat mendasar dalam topik pengembangan produktifitas Sumber Daya Manusia.

Efisiensi adalah mengerjakan sesuatu secara efisien. Sesuai dengan cara yang benar. Timed based, artinya penggunaan waktu yang optimal di banding hasil yang diperoleh.

Efisiensi adalah inti dari manajemen, manajemen itu ada atau di buat memang untuk mencapai efisiensi. Mencapai hasil secara efisien. DO THE THING RIGHTLY, gitu bahasa kerennya.

Efektivitas adalah mengerjakan sesuatu yang benar. Sesuatu yang seharusnya dikerjakan, tidak memandang fungsi waktu atau cara yang digunakan. DO THE RIGHT THING. Mengerjakan sesuatu hal dengan cepat tidak menjadikan kita mengerjakan sesuatu yang benar.

Efektifitas adalah inti dari kepemimpinan.  Kepemimpinan itu ada untuk mencapai efektifitas.

Menurut pandangan Saya, kedua hal ini haruslah digabungkan untuk mencapai hasil yang optimal dalam suatu institusi atau lembaga . Memang untuk seorang pemimpin memang harus lebih fokus pada efektifitas. Mengerjakan sesuatu dengan efektip. Menuju ke arah yang benar. Dan untuk seorang manajer harus lebih fokus pada efisiensi. Mengerjakan sesuatu dengan efisien. Meski kadang-kadang kita ya, seorang pemimpin dan sekaligus seorang manajer juga.

Dalam dunia entrepreneurship, seseorang yang baru memulai usaha sendiri memang semua harus dikerjakan sendiri, yang sebagai seorang pemimpin ya sebagai seorang manajer. Ya mengerjakan fungsi produksi, sekaligus marketing, keuangan, dan SDM juga.


24-12-2011

NILAM RAMADHANI

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh : Nilam Ramadhani*

Ada begitu banyak kata yang dapat disusun dalam menjabarkan arti persahabatan sejati. Sebut saja Budi, menurutnya persahabatan sejati itu adalah sebuah ikatan keluarga –lahir batin- yang tidak tercatat di Kartu Keluarga (KK). Beda lagi dengan si Veni, baginya persahabatan sejati ibarat harta yang tak ternilai harganya dan akan abadi sepanjang masa. “Aku takkan bisa hidup tanpa sahabat. Karena diantara kami sudah terjalin ikatan persahabatan sejati”, begitu kata Melly ketika ditanya tentang arti persahabatan sejati.

 

 

“Persahabatan? Selama ini aku belum pernah menjumpai sosok teman yang pantas disebut sahabat sejati! Semuanya bohong dan pura-pura! Sahabat sejatiku selama ini hanyalah Ibuku, Ayahku, Kakakku, dan Buku Harianku”, begitu Shanty mengungkapkannya. “Sudah 50 tahun lebih kami hidup bersama. Cinta kasih sayang yang kami tumbuhkan sejak dulu berawal dari sebuah persahabatan sejati”, kata sepasang suami-istri yang kini sudah menjadi kakek-nenek. Dan masih ratusan lagi kalimat yang tersedia dalam memaknai sebuah persahabatan sejati itu seperti apa.

 

Tak bisa dipungkiri memang, setangguh dan sekuat apapun diri kita, pasti akan membutuhkan sosok sahabat yang bisa diajak untuk berbagi cerita, suka, duka, berkeluh-kesah, mengurangi kesedihan, dan tertawa bersama. Sahabat itu bisa siapa saja. Bisa ibu,teman kuliah, kenalan saat di dalam bus, guru idola, atau bahkan teman dunia maya. Yang penting, kita mempercayainya dan yakin dia takkan mengkhianati kita kelak. Itu aturan utamanya!

 

 

Bisa dikata, kita harus bisa memilah dan memilih dalam mencari teman atau sahabat. Yups, sahabat harus bisa mengajak diri kita kepada kebaikan, bukan sebaliknya malah dapat menjerumuskan. Itulah makna memilih sahabat yang sebenarnya. Karena ia cantik,tampan,bapaknya kaya, gaul, dan trendy lantas kita ingin berteman dengannya. Bukan itu kriteria utama dalam memilih sahabat. Sebab belum tentu seseorang dengan kriteria seperti itu dapat mengarahkan kita kepada kebaikan. Hendaknya pilihlah sosok pribadi yang dapat memberi kebaikan, konsisten dan komitmen terhadap kebaikannya itu.

 

 

Namun bagian yang paling sulit adalah bagaimana menjaga hubungan persahabatan agar langgeng ditengah beragamnya permasalahan yang barangkali terjadi. Pada bagian ini tingkat kedewasaan kita bakal diuji. Dibutuhkan sebuah adaptasi, saling pengertian dan memahami, memaafkan serta memberi jalan keluar. Karena setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya, tanpa harus menyakiti satu sama lain. Begitulah prinsip persahabatan yang mesti dipegang teguh. Ketidaksepahaman adalah sebuah kewajaran dalam persahabatan, tetapi mencari kesepahamanlah yang mesti di nomorsatu-kan. Perbedaan akan menjadi baik jika perbedaan itu saling menguatkan dan dapat memberi sinergi.

 

 

Di sisi yang lain, sahabat itu penting, namun dalam menentukan arah hidup prinsip kitalah yang lebih penting. Kalau mau realistis, sahabat tidak bisa seterusnya akan berada disebelah kita disaat-saat kita mendadak membutuhkannya. Tatkala kita bimbang, butuh dukungan, butuh perhatian, tempat mencurahkan, sahabat tidak akan selamanya hadir untuk kita. Oleh karenanya, disaat seperti itulah prinsip kita yang akan berperan. Prinsip tidak akan pernah berubah, tidak akan mati dan tidak akan mengeluh. Tentu saja prinsip yang akan kita pegang teguh haruslah benar, berdasarkan kaidah religius yang kita yakini. Misalnya : kejujuran, mengasihi, tanggung jawab, bekerja keras adalah prinsip.

 

 

Yang lebih baik lagi adalah, menggabungkan antara persahabatan sejati dengan kaidah prinsip yang benar. Beginilah persahabatan sejati seharusnya. Karena persahabatan saja tidak cukup baik tanpa diberikannya sebuah kebutuhan mendalam dari hati manusia. Dialah prinsip yang melanggengkan persahabatan. Membangun persahabatan diatas landasan prinsip akan membuahkan cerita-cerita indah yang mengagumkan.

 

 

Kenyataan hidup dalam menjalin persahabatan tidaklah selalu menyenangkan. Akan tetapi, dengan prinsip yang kita pegang teguh, semua perjalanan pahit-manis persahabatan akan menjadi kisah yang inspiratif. Tidak akan pernah ada kisah persahabatan sejati yang berjalan mulus tanpa aral rintangan yang menimpa. Namun dengan prinsip, “cobaan” dalam menjaga hubungan persahabatan bakal tertolong dan terlewati. Maka sudah seharusnyalah bagi seseorang yang benar-benar menghargai arti dari sebuah persahabatan, melandasinya dengan prinsip.

 

Yuk mari jadikan Friendship+Prinsip sebagai Trendship!

* Nilam Ramadhani : warga Pamekasan,penikmat Karimata FM


21-12-2011

kbmKomunitas Blogger Madura yang bermukim ditanah Madura ingin mengenalkan segala sesuatu yang ada di Madura. Pada posting saya yang lalu yakni, “Komunitas Blogger Madura (KBM) Wadah Berkumpul Para Blogger Madura” yang saya khususkan bertema mengenalkan budaya Madura.

Pada posting kali ini yang berjudul “Komunitas Blogger Madura” akan mengenalkan Komunitas kami secara umum. Komunitas Blogger Madura yang biasa disingkat dengan KBM, ingin menjalin jabat tangan tali silaturrahim antara sesame blogger Madura untuk membawa Madura ke hari yang lebih cerah.

Komunitas kami saling berbagi tips, sharing sesama taman. Anda dapat menemukan komunitas kami di facebook http://www.facebook.com/groups/komunitasbloggermadura/ serta dapat mengunungi situs resmi kami di http://gokbm.org Komunitas Blogger Madura, dari namanya telah jelas bahwa Blogger. Mengenalkan ilmu tentang Website serta Blog kepada anak-anak Komunitas Blogger Madura atau KBM.

Membahas tentang blogging tips, memenejemen sebuah blog.kita tidak hanya berdiskusi di Dunia Maya, kita juga bertemu dan berbagu serta bercanda taw aria di Dunia Nyata. Tiap bulan Komunitas Blogger Madura (KBM) mengadakan KOPDAR bertemu langsung bagi para anak-anak KBM baik yang masih baru bergabung maupun yang sudah lama terhubung.

 

Sumber :http://www.haririalghazir.com/komunitasbloggermadura/


16-12-2011

(Oleh : Rafiqi Tanziel)

 tanzil reporter

Andaikan umat Islam yang menjadi penduduk mayoritas di negeri ini mengerjakan shalat sebagaimana yang diperintahkan Allah melalui para utusannya, niscaya tidak akan ada yang namanya tindak pidana kriminalitas semisal korupsi dan sejenisnya.

Tidak akan ada lembaga yang menangani kasus tindak kriminal di Indonesia ini, dan uang negara bisa digunakan untuk kemakmuran rakyat dan bukan untuk membuat kaya raya para pejabat. Kanapa mesti dimulai dari Sholat?

 

Kita tahu, sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Yaitu peristiwa perjalanan Kanjeng Nabi dalam memenuhi undangan Allah Swt. pada saat beliau mendapat tantangan berat dalam dakwahnya. Melalui peristiwa ini Allah Swt. mengobati luka hatinya, menghilangkan kesedihannya dan menghibur duka laranya.

 

Akibatnya jiwa Muhammad menjadi fresh (segar) dan bahagia kembali. Dalam kondisi jiwa seperti ini kemudian ia kembali ke bumi malanjutkan tugas dakwahnya yaitu menebarkan rahmat Allah Swt. di muka bumi ini. Isra’ Mi’raj tidak hanya memiliki makna individual tetapi juga memiliki makna sosial. Karena Nabi sepulang dari undangan Isra’ Mi’raj itu membawa perintah mengerjakan shalat lima waktu pada umatnya yang awalnya sebanyak 50 kali dalam sehari semalam.

 

Bagaimana bila yang mendapatkan hambatan dakwah itu kita? Bagaimana bila yang mendapat kesusahan dan penderitaan itu kita? Apakah bagi kita masih ada peluang diisra’kan dan dimi’rajkan juga seperti Nabi Muhammad Saw? Jawabannya, tentu tidak mungkin. Lantas apa yang mesti dilakukan bila semua itu terjadi pada kita?Laksakan Shalat! Inilah jawaban yang diberikan oleh Nabi kita Muhammad Saw.

 

Isra dan mi’raj adalah salah satu mu’jizat Nabi Muhammad Saw.  Artinya itu hanya diberikan kepadanya tidak mungkin diberikan kepada manusia biasa. Namun demikian, berdasarkan petunjuknya ada amalan bagi orang-orang yang beriman yang memiliki fungsi sama dengan Mi’raj yaitu ibadah shalat. “Shalat itu mi’rajnya orang yang beriman (ash-shalatu mi’rajul mu’minín)” sabdanya.

 

Shalat secara bahasa berarti do’a. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dengan Tuhannya. Ketika seseorang shalat, hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog bahkan berdiskusi dengan Allah Swt. Oleh karena itu secara hakiki fungsi shalat dan mi’raj sama, yaitu bertemu dan berdialog dengan Allah Swt..

 

Shalat yang benar mesti menghasilkan buah yang sama dengan buah Isra’ mi’raj yaitu kesadaran individual dan sosial. Mengerjakan perintah Allah dan menjauhi semua apa yang memang jelas dilarang serta berbuat baik dalam hidup kesehariannya.

 

Efek samping dari melaksanakan shalat itu sudah jelas adalah mencegah dari perbuatan maksiat. “Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Ankabut (29): 45).

 

Yang perlu digarisbawahi adalah ‘Shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar’. Pertanyaannya apakah mereka yang melakukan korupsi dan mencuri serta merampok tidak shalat? Kalau memang mereka shalat kenapa mesti melakukan kriminalitas? Padahal dapat dipastikan mereka yang tertangkap mengaku Islam dan shalat.

 

Sudah jelas jawabannya, meski shalat tapi hanya sebatas rutinitas layaknya bermain futsal untuk olahraga. Bacaan yang dibaca dalam setiap gerak gerik mulai dari takbir sampai mengucap salam tak ada yang membekas. Sehingga usai shalat akan kembali menjadi pribadi yang jauh dari cerminan orang Islam. Padahal sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah semata.

 

Sedangkan shalat yang khusyu’ adalah shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Yaitu memahami apa yang diucapkan dalam shalat sehingga melahirkan perasaan ta’zhim (hormat), khauf (takut), haya (malu) terhadap Allah Swt. Kesadaran ini disamping akan mendatangkan kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman jiwa, juga akan mampu memotivasi mushalli (orang yang shalat) untuk merealisasikan seluruh janji yang diucapkannya di dalam shalat ke dalam kehidupan sehari-harinya. Sudahkah Anda Shalat Dengan Khusuk,,?

 

Rafiqi Tanziel, Alumni PP. Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, yang sekarang menjadi Karyawan Karimata FM Pamekasan Madura.


 1 2 3 >  Last ›

Live Streaming

Pilih Streaming:
Windows Media Player Streaming     Winamp Streaming

Acara Hari Ini

KARIMATA SENIN


05.00 - 10.00 WIB : Karimata Pagi

 

08.10 - WIB : Jaring Radio 

                                      (Live Suara Surabaya)

 

10.00 - 12.00 WIB : Karimata Siang

 

12.00 - 16.00 WIB : KAFE DangDut 

 

16.00 - 18.00 WIB : TITIK BALIK

 

17.10 WIB : Jaring Radio 

                                      (Live Suara Surabaya)

 

18.00 - 22.00 WIB : Karimata Malam 

 

 

20.45 - 21.00 WIB : Jaring Radio

                                     (Live Suara Surabaya)

 

21.05 - 22.00 WIB: Karimata Malam

 

22.00 - 22.10 WIB: Buletin Malam Karimata

 

22.10 - 01.00 WIB: Senandung Rindu (Sendu)

 

sms karimata (real size)


Agenda Karimata