images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55    |    1 September 2022: Peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan)     |    3 September 2022: Peringatan Hari Palang Merah Indonesia     |    4 September 2022: Peringatan Hari Pelanggan Nasional     |    8 September 2022: Peringatan Hari Pamong Praja     |    9 September 2022: Peringatan Hari Olahraga Nasional     |    11 September 2022: Peringatan Hari Radio Republik Indonesia     |    17 September 2022: Peringatan Hari Perhubungan Nasional & Peringatan Hari Palang Merah Nasional     |    24 September 2022: Peringatan Hari Tani     |    27 September 2022: Peringatan Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi & Peringatan Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)     |    28 September 2022: Peringatan Hari Kereta Api     |    29 September 2022: Peringatan Hari Sarjana Indonesia     |    30 September 2022: Peringatan Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI    images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55

Live Streaming Radio KARIMATA FM

OFF

Program Acara

Jam:   -  

Selasa, 29 November 2022

Team Radio

Team Radio

Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti tidak setuju bila Madura memisahkan diri dari Provinsi Jawa Timur atau mendirikan provinsi sendiri.

“Kalau alasannya menyejahterakan masyarakatnya, tidak harus membentuk provinsi sendiri atau daerah otonomi baru,” ujar Badrodin di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Menurut jenderal berdarah Madura dari sang ibu tersebut, yang penting pemerintah daerah menjalankan program pemerintah dan memberdayakan masyarakatnya agar sejahtera.

“Karena membentuk provinsi baru belum tentu menyejahterakan masyarakat,” ujar Badrodin.

Sebelumnya, sekelompok tokoh masyarakat Madura yang mengatasnamakan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) mendeklarasikan berdirinya Provinsi Madura.

Pemerintah, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, menunggu rekomendasi dari lintas pihak atas usulan pembentukan Provinsi Madura.

"Kami menunggu dulu rekomendasi dari Gubernur Jatim, tim DPR RI, dan (Dirjen) Otonomi Daerah Kemendagri," ujar Tjahjo di area Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Ancol, Jakarta, Kamis (12/11/2015), seperti dikutip Antara.

Tjahjo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah mempersilakan pemekaran Provinsi Madura. Namun, harus dilihat apakah pemekaran itu mampu menyejahterakan rakyat dan mempercepat pemerataan pembangunan.

"Saya juga telah menyampaikan sikap saya, (pemekaran) itu hak konstitusional daerah, silakan, sepanjang rambu-rambu dijalankan," ujar dia.