images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55    |    1 September 2022: Peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan)     |    3 September 2022: Peringatan Hari Palang Merah Indonesia     |    4 September 2022: Peringatan Hari Pelanggan Nasional     |    8 September 2022: Peringatan Hari Pamong Praja     |    9 September 2022: Peringatan Hari Olahraga Nasional     |    11 September 2022: Peringatan Hari Radio Republik Indonesia     |    17 September 2022: Peringatan Hari Perhubungan Nasional & Peringatan Hari Palang Merah Nasional     |    24 September 2022: Peringatan Hari Tani     |    27 September 2022: Peringatan Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi & Peringatan Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)     |    28 September 2022: Peringatan Hari Kereta Api     |    29 September 2022: Peringatan Hari Sarjana Indonesia     |    30 September 2022: Peringatan Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI    images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55

Live Streaming Radio KARIMATA FM

OFF

Program Acara

Jam:   -  

Selasa, 29 November 2022

Team Radio

Team Radio

 Ketua dan anggota komisi II Subaidi menemui Massa aksi. (Foto: Taufik - karimatafm)
Ketua dan anggota komisi II Subaidi menemui Massa aksi. (Foto: Taufik - karimatafm)

RADIO KARIMATA, SUMENEP - Aksi Demo kembali digelar oleh Mahasiwa di depan Kantor Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep sebagai tindak lanjut pengalih fungsian lahan illegal, Rabu (11/02/2020) Pagi.

Tindak lanjut tersebut sebagai gugatan aksi mahasiswa sebagai bentuk kekecewaan dan keresahan dengan tidak adanya tanggapan secara jelas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep.

Dalam Orasinya, Massa tersebut meminta untuk terus berkomitmen dan menyatakan sikap bahwa kali ini anggota dewan tidak berpihak kepada rakyat, karena terus memberikan izin kepada investor lokal maupun investor asing untuk mengeruk lahan masyarakat Sumenep.

Abd Basid, Korlap aksi bilang, dengan adanya pengalihan lahan tersebut maka akan berdampak pada sosial masyarakat.

“Ada beberapa temuan mahasiswa dalam efek tersebut yakni tidak sesuai dengan aturan RT/RW, karena ada zona lindung dan zona yang dilindungi sehingga tidak boleh ada ilegal loging disekitar pantai, seperti penebangan pohon cemara,” Ujar Korlap aksi kepada Jurnalis Radio Karimata di Kabupaten Sumenep.

Kemudian ditengah teriakan mahasiswa yang menggugat, Ketua dan anggota komisi II menemui Massa aksi. Subaidi, Ketua Komisi II bilang, hari ini rencananya akan diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan kesepakatan dengan massa aksi.

“Kami akan melakukan rapat internal dengan Komisi II, dan kami juga mengajak 5 perwakilan mahasiswa tersebut yang akan mengikuti rapat internal tersebut,” Tutupnya. (Taufik/Ans)