|| 1 September Hari Buruh & Hari Polisi Wanita (Polwan) | 4 September: Hari Pelanggan Nasional | 8 September: Hari Aksara & Hari Pamong Praja | 9 September: Hari Olahraga Nasional | 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) & Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 | 17 September: Hari Palang Merah Indonesia & Hari Perhubungan Nasional | 21 September: Hari Perdamaian Dunia | 24 September: Hari Tani | 26 September: Hari Statistik | 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) & Hari Pariwisata Sedunia ( 27 September 1980 ) | 28 September: Hari Kereta Api | 29 September: Hari Sarjana Nasional | 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 |||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Seorang janda berinisial RD (36) warga Jalan Sersan Mesrul Kelurahan Gladak Anyar Kecamatan Pamekasan, menjadi pelecehan seksual dan nyaris diperkosa oleh seorang remaja dekat rumahnya. 

Menurut Harun Suyitno anggota DPRD Pamekasan yang menemui korban, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/05/2016) malam. Saat itu korban tidur pulas setelah menidurkan anaknya. Lalu sekitar pukul 03.00 dini hari seorang pemuda masuk ke kamar korban.

“Pelaku diduga masuk melalui kamar mandi yang kebetulan di selatan taman Gladak Anyar Pamekasan, dan pelaku tahu-tahu tidur di samping korban tanpa pakaian,” Ujar Harun saat On Air dengan Radio Karimata.

Semula, janda anak empat itu menyangka yang masuk ke kamarnya adalah anaknya. Namun korban kaget dan terbangun setelah pelaku mencium serta meraba bagian atas korban. Seketika korban teriak maling dan pelaku kabur sampai lupa membawa pakaian dan HP nya.  

“Warga yang mendengar terikan korban terbangun namun tidak sempat melihat pelaku namun berdasar ciri pelaku serta barang bukti yang tertinggal pelaku tidak jauh dari lokasi kejadian dan diperkiran berusia 16 tahun dan Keluarga korban sudah melaporkan peristiwa itu kepada Mapolsek Kota Pamekasan,” Ujar Harun usai pulang dari rumah korban.

Pihaknya juga menyayangkan karena respon polisi masih lambat, karena pasca kejadian korban masih shock dan korban mengaku sempat melihat pelaku melintas di sekitar rumah korban.

Sementara Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki justru mengaku belum menerima laporan diduga karena sudah ditangani Polsek Kota.

“Saya belum dengar itu dan belum ada laporan ke kita, mungkin laporannya ke Polse Kota.” Kata AKP Osa melalui telpon selulernya.

Kekecewaan warga juga disampaikan Razak salah satu warga sekitar juga menyayangkan karena pasca kejadian diduga pelaku masih terlihat nongkrong di sekitar rumah korban yang memang sering jadi kumpul anak muda. Ia juga mendengar sempat ada ancaman terhadap korban untuk tidak melapor.

“Ada kabar juga katanya diancam untuk tidak melapor, namun ditemani saudaranya korban RD tetap melapor ke Polisi,” katanya Saat on Air di Radio Karimata.

Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari Polsek Kota, bahkan hingga Kamis sore Kapolsek Kota AKP Jalal belum merespon telpon Gatekeeper Radio Karimata. Sedangkan korban RD yang ditinggal mati suaminya ini masih shock dan ketakutan bersama 4 buah hatinya, sehingga harus mengungsi ke rumah kerabatnya.

Sementara menurut Heru Budi Prayitno Ketua Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pamekasan bilang, polisi dan masyarakat harus sama-sama bertinda tegas dan cepat agar kasus seputar criminal seksual tidak bertambah parah di Pamekasan.

“Mungkin tidak sampai terjadi kasus perkosaan tapi ini sudah masuk percobaan dan mirisnya anak muda ini berani masuk ke rumah orang lain untuk melakukan pencaulan, ini sangat miris melihat moral generasi kita,” Ujarnya.

Heru yang juga ketua Forum LSM se Pamekasan ini bilang, polisi juangan menunggu terjadi criminal yang lebih besar, apalagi isu kejahatan seksual di Indonesia sudah sangat mencengangkan.

“Minimal ada tindakan sebagai efek jera, dan pelaku bisa dikenakan pasa 167 atau 289 pencabulan, memang ini ranah polisi tapi jangan menambah resah masyarakat karena ulah pelaku,” Pungkasnya.

KUHP Pasal 289 tentang pencabulan dan percobaan perkosaan ancaman 9 tahun maksimal. Dan KUHP Pasal 167 tentang masuk pekarangan orang tanpa ijin diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Seperti dijelaskan dalam bunyi  KUHP Pasal 289;

Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang  untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

Sementara berdasar KUHP Pasal 167 ;

“Barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lima sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.(Hendra/Zul)

 

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 180 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432