|| 1 September Hari Buruh & Hari Polisi Wanita (Polwan) | 4 September: Hari Pelanggan Nasional | 8 September: Hari Aksara & Hari Pamong Praja | 9 September: Hari Olahraga Nasional | 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) & Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 | 17 September: Hari Palang Merah Indonesia & Hari Perhubungan Nasional | 21 September: Hari Perdamaian Dunia | 24 September: Hari Tani | 26 September: Hari Statistik | 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) & Hari Pariwisata Sedunia ( 27 September 1980 ) | 28 September: Hari Kereta Api | 29 September: Hari Sarjana Nasional | 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 |||||||     

RADIO KARIMATA, SURABAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan informasi waspada pasang air laut maksimum dan banjir rob wilayah pesisir Jawa Timur.

Potensi terjadinya gelombang tinggi air laut dan banjir rob diprediksi dapat terjadi pada 09-12 Juli 2021, dengan ketinggian air laut mencapai 120-150 cm dari rata-rata permukaan air laut

Prakirawan BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Muh Arif Wiyono menjelaskan bahwa fenomena ini sebenarnya siklus bulanan yang terjadi karena pengaruh gravitasi bulan. Ada dua fase, yakni pada saat bulan purnama dan saat bulan baru.

“Kalau saat ini masuk fase bulan baru (New Moon/Neap Tide). Namun karena kemarin posisi bulan masih sedikit dekat dengan matahari, jadi karena ada efek itu sehingga ketinggian pasang surut masih cukup tinggi,” terangnya saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimata pada Kamis (08/07/2021) siang.

Ia mengatakan bahwa normalnya tinggi gelombang dikisaran 110-120 cm, namun tinggi gelombang saat ini bisa mencapai 130-150 cm yang bisa terjadi pada pukul 09.00-12.00 WIB, waktu ini hampir rata disemua tempat.

Wilayah yang ada potensi gelombang tinggi dan banjir rob ini yaitu di Pesisir Surabaya Barat, Pelabuhan Surabaya, Pesisir Surabaya Timur, Pesisir Sidoarjo dan Pasuruan, serta Pesisir Pamekasan dan Kalianget.

“Pada posisi fase bulan baru yakni posisi bulan hampir sejajar dengan bumi sehingga gaya tarik gravitasi bulan terhadap bumi akan menarik air yang ada di benua lain, dan akan tertatik ke daerah kita sehingga menyebabkan air pasang cukup tinggi. Jadi kemungkinan akan ada genangan yang masuk ke daratan antara 10-30 cm,” tambahnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa Pesisir Pamekasan yang mayoritas daerah tambak, bisa memanfaatkan pasang air laut untuk memasukkan air ke tambak.

“Biasanya saat ini sudah mulai tahap persiapan untuk petambak garam, dan pada saat posisi pasang air laut merupakan momen yang pas untuk memasukkan air ke tambak. namun jika belum siap, mungkin ditutup dulu,” pungkasnya.

Arif menghimbau untuk daerah yang terdampak bisa mengantisipasi dengan membuat blok pasir untuk daerah yang landai agar pasang air laut tidak masuk ke wilayah permukiman warga.

“Kalau banyak hutan bakau itu sangat bagus, karena tanaman bakau juga bisa menahan air masuk ke daratan lebih jauh, ini termasuk mitigasi alam,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya informasi awal ini bisa membuat masyarakat lebih waspada. (Fitri/Can)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 149 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432