|| 1 Desember: Hari AIDS Sedunia | 3 Desember: Hari Cacat | 4 Desember: Hari Artileri | 9 Desember: Hari Armada, Hari Anti Korupsi | 10 Desember: Hari Hak Asasi Manusia | 12 Desember: Hari Transmigrasi | 13 Desember: Hari Nusantara | 15 Desember: Hari Infanteri | 19 Desember: Hari Bela Negara | 20 Desember: Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional | 22 Desember: Hari Ibu Nasional, Hari Sosial & Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) | 25 Desember: Hari Natal ||||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Tembakau Madura terkenal memiliki kualitas bagus dalam industri rokok, sehingga pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas tembakau Madura.

Ajib Abdullah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan saat Talkshow di Radio Karimata bilang ada banyak varietas tembakau di Pamekasan dan Sumenep seperti prancak 95, jenis bojonegoro, melati tumpang, virginia dan jenis lainnya.

“Di Madura ada yang namanya Jepon Keni’ atau Jepon Tarnyak yang kemudian dilakukan penelitian karena produktivitasnya rendah sedang kualitasnya bagus yang kemudian menjadi Prancak 95,” ungkapnya pada Senin (25/10/2021) sore.

Pemkab Pamekasan selalu melakukan roadshow ke pabrikan rokok dan semua pabrikan selalu meminta tembakau varietas Prancak 95 sebelum memasuki masa tanam tembakau. Kualitas tembakau harus dijaga terutama aromatic dan kadar gulanya.

Selain itu, Pemkab Pamekasan melalui DKPP Pamekasan selalu memberikan pelatihan dan penyuluhan pada masyarakat. Diantaranya melakukan penangkaran benih, pemurnian Prancak 95 agar tidak terjadi kawin silang dengan jenis tanaman lain.

“Kemudian melakukan pelatihan melalui kelompok tani bagaimana budidaya yang benar, memberikan sarana dan prasarana pertanian seperti hand traktor, pompa air, hand sprayer, sumur bor, mesin perajang, bantuan sarana dan prasana jalan dan irigasi serta bantuan lainnya,” tambahnya.

Mengenai mesin perajang nantinya bisa mengukur hasil rajangan agar sama, sehingga mengurangi biaya produksi dengan harapan keuntungan petani akan bertambah.

Ajib menghimbau kepada masyarakat agar menanam tembaku ditanah yang cocok dengan jenis tanaman tembakau dan tidak menanam di sawah karena mempengaruhi kandungan klor (Cl) pada tembakau.

“Ada istilah gunung, tegal dan sawah. Kalau gunung itu di perbukitan seperti didaerah Waru dan ke utara Pakong, kalau daerah tegal ini lahan tadah hujan dan kering, kalau sawah ini daerah teknis yang biasa ditanami padi juga,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku setiap tahun juga melakukan sosialisasi lahan mana saja yang dianjurkan untuk ditanam, sementara untuk lahan yang tidak dianjurkan ditanam tembakau bisa ditanam buah-buahan, bawang, cabai, sayur mayur atau jenis tanaman lainnya.

Ajib mengatakan bahwa di tahun 2022 nanti, pihaknya akan melakukan uji coba pengolahan tanah gratis kepada petani untuk mengurangi biaya produksi khusus di 3 kecamatan yakni Pademawu, Pakong dan Waru untuk sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas tembakau dengan olah tanah. (Fitri/Ans)

 

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 369 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432