images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55    |    1 September 2022: Peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan)     |    3 September 2022: Peringatan Hari Palang Merah Indonesia     |    4 September 2022: Peringatan Hari Pelanggan Nasional     |    8 September 2022: Peringatan Hari Pamong Praja     |    9 September 2022: Peringatan Hari Olahraga Nasional     |    11 September 2022: Peringatan Hari Radio Republik Indonesia     |    17 September 2022: Peringatan Hari Perhubungan Nasional & Peringatan Hari Palang Merah Nasional     |    24 September 2022: Peringatan Hari Tani     |    27 September 2022: Peringatan Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi & Peringatan Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)     |    28 September 2022: Peringatan Hari Kereta Api     |    29 September 2022: Peringatan Hari Sarjana Indonesia     |    30 September 2022: Peringatan Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI    images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55

Live Streaming Radio KARIMATA FM

OFF

Program Acara

Jam:   -  

Selasa, 29 November 2022

Team Radio

Team Radio

Sejumlah Organisasi Profesi Kesehataan saat audiesi menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law) (Foto : Doc - Karimata FM)
Sejumlah Organisasi Profesi Kesehataan saat audiesi menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law) (Foto : Doc - Karimata FM)

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - RUU Kesehatan Omnibus Law yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023 menuai pro dan kontra.

dr. Saifuddin Kadinkes Pamekasan menjelaskan bahwa RUU Kesehatan Omnibus Law adalah penyederhanaan sistem kesehatan dan terdapat hal-hal yang merugikan salah satunya menihilkan peran organisasi profesi kesehatan.

“Kewajiban organisasi profesi itu kan ada 3 yang pertama mambina komptensi, kedua, membina etika profesi dan ke 3 kesejahteraan anggota,” katanya kepada jurnalis Karimata, Senin (28/11/2022) siang.

Menurutnya jika organisasi profesi ditiadakan maka beban pembinaan anggota, pembinaan profesi, pembinaan tehnik, pembinaan komptensi dan tahnik yang lain akan diambil alih oleh Pemerintah daerah.

“Nah apakah mampu pemerintah daerah melakukannya jika semua dibebankan, dan itu akan muncul di dalam rekomendasi organisai profesi,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadinkes Pamekasan sangat tidak menyetujui dengan adanya RUU Kesehatan Omnibus Law.

“Nanti kalau dialihkan maka Pemerintah Daerah tidak akan mampu mengampu semua pengalihan bahkan sangat berat nantinya, saat ini semuanya berjalan dengan baik, baik dari tugas profesi jalan, tugas dinas juga jalan,” Tutupnya. (Ziyad/Ayg)