images/banners/LOGO%20KARIMATA%20NEW%20-%20PUTIH.png#joomlaImage://local-images/banners/LOGO KARIMATA NEW - PUTIH.png?width=7000&height=2500    |    5 Februari: Hari Lahir Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)     |    5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi     |    9 Februari: Peringatan untuk hari Kavaleri     |    9 Februari: Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)     |    9 Februari: Hari Pers Nasional     |    13 Februari: Hari Persatuan Farmasi Indonesia     |    14 Februari: Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)     |    19 Februari: Hari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohadnudnas)     |    20 Februari: Hari Pekerja Nasional     |    21 Februari: Hari Peduli Sampah Nasional     |    22 Februari: Hari Istiqlal     |    28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia    images/banners/LOGO%20KARIMATA%20NEW%20-%20PUTIH.png#joomlaImage://local-images/banners/LOGO KARIMATA NEW - PUTIH.png?width=7000&height=2500

Live Streaming Radio KARIMATA FM

DINAMIKA MADURA (12.00-15.00)

Program Acara

Jam: 12:00:00  -  15:00:00

Senin, 6 Februari 2023

Ica Rahman

Ica Rahman

Ada pesan tersendiri yang ingin disampaikan elite Partai Keadilan Sejahtera kepada kadernya saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin kemarin. PKS hendak menunjukkan, meskipun partai oposisi, tetapi silaturahim dan hubungan baik dengan pemerintah tetap harus dijaga.

"Ini pesan kepada kader kami untuk menjunjung tinggi ahlakul karimah, karena pertemuan ini murni silaturahim, tidak ada transaksi politik mengenai menteri dan sebagainya," kata Wakil Sekjen PKS Mardani saat dihubungi, Selasa (22/12/2015).

 

Ke depannya, lanjut Mardani, PKS akan tetap menjadi mitra kritis bagi pemerintah. PKS akan mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang tidak tepat, tetapi tentunya dengan cara-cara yang santun dan sesuai.

Mardani pun berharap kader-kader di PKS juga bisa mengkritik Jokowi dengan santun. Dia menyadari adanya sejumlah akun di media sosial mengatasnamakan kader PKS yang kerap mengkritik Jokowi dengan keras.

Namun, dia memastikan bahwa akun-akun tersebut tidak bergerak di bawah kontrol DPP PKS.

"Dari awal akun-akun itu tidak ada yang mengembangkan. Di PKS itu, kita jemaah tarbiah, enggak boleh fitnah, apalagi hate speech," ucap Mardani.

 

Selain Mardani, pertemuan kemarin antara lain diikuti oleh Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua DPP PKS Almuzammil Yusuf, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Wirianingsih, serta Ketua Bidang Pekerja, Petani, dan Nelayan (BPPN) Ledia Hanifah Amalia.

Adapun Presiden Jokowi bertemu seorang diri, tak diwakili oleh Menteri Sekretaris Negara atau Sekretaris Kabinet.