|| 1 Juli: Hari Bhayangkara & Hari Buah  | 5 Juli: Hari Bank Indonesia | 9 Juli: Hari Satelit Palapa | 12 Juli: Hari Koperasi | 22 Juli: Hari Kejaksaan | 23 Juli: Hari Anak Nasional & Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) | 29 Juli: Hari Bhakti TNI Angkatan Udara | 31 Juli: Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati ||||||||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN –  Peserta BPJS Kesehatan diwajibkan untuk membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai dengan layanan yang diikuti setiap bulannya.

Ary Udiyanto, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan mengatakan, sesuai dengan Perpres No. 82 Tahun 2021, iuran merupakan sejumlah uang yang dibayarkan secara teratur oleh Peserta untuk Program Jaminan Kesehatan.

“Peserta JKN tidak hanya WNI tetapi WNA juga bisa yaitu bekerja di Indonesia paling singkat 6 bulan. Sesuai dengan konsepnya, iuran itu wajib dibayarkan secara rutin setiap bulannya,” katanya saat Talkshow di Dinamika Madura, pada Rabu (16/06/2021) Siang.

Mengenai besaran iuran yang dibayarkan dalam program JKN-KIS dibagi menjadi dua segmen, diantaranya segmen PBI JK ((Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) dan yang kedua segmen Non PBI JK (Non Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan).

“Untuk PBI JK itu terdiri dari masyarakat yang fakir, miskin dan kurang mampu yang sudah diverifikasi melalui data terpadu dan dibayarkan oleh Pemerintah pusat, sedangkan untuk Non PBI JK terdiri dari Pekerja Penerima Upah ( iuran 4 % pemberi kerja, 1 % pekerja), Pekerja Penerima Upah/Peserta Mandiri (kelas 1 : 150.000, kelas 2 : 100.000, kelas 3 : 42.000, namun disubsidi sehingga kewajiban peserta menjadi 35.000), bukan pekerja, dan penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah.” Tambahnya.

Sementara Erika Windy Astasari, Kepala Bidang Penagihan Dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan mengatakan pembayaran Iuran dilakukan sebelum tanggal 10 setiap bulannya.

“Saat ini kami juga menerapkan mekanisme auto debet bagi peserta mandiri agar tidak lebih mudah membayar BPJS, karena otomatis akan dipotong melalui rekening bank peserta tanpa harus datang ke kanal pembayaran,” pungkasnya.

“Bagi peserta JKN yang tidak membayar iuran, maka kepesertaannya akan non aktif. Dan peserta dapat dikenai denda pelayanan, apabila 45 hari sejak kepesertaannya aktif kembali, peserta menjalani rawat inap di Rumah Sakit. Besaran denda pelayanan yaitu sebesar 5 % dikali biaya pelayanan dikali jumlah bulan menunggak (maksimal 12 bulan) dengan besaran denda maksimal 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).” tutupnya. (Bambang/Ans)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 271 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432